AHA MAMPU SEBAGAI SOLUSI PHOBIA ANGKA ” 9 “

Ovy Robrianty Owner LC NGASEM DAN GURAH

+62 857-8548-4922

 

  • Pertengahan tahun 2016 tepatnya bulan Juni,markas besar AHA RBS LC NGASEM mendapat Amanah. Dapat peserta didik usia 19 tahun tamat SMA yang tidak bisa berhitung, karena PHOBIA angka ” 9″.

Awal ceritanya,saya (owner LC Ngasem) kenal dengan sang Bunda di tempat cucian sepeda motor, cerita – cerita sebagai basa – basi nunggu antrian, saya bercerita tentang AHA, beliau kemudian menceritakan perihal putranya, sebut saja namanya, ” KUNCORO “.

“Singkat cerita beliau menitipkan Kuncoro yang sudah masuk usia dewasa tidak bisa berhitung, itu persi cerita dari Sang Bunda dan saat itu tahun kelulusan Kuncoro dari SMA. Karena keterbatasan akan hal tersebutlah menurut sang Bunda, Kuncoro tes dimana – mana tidak lulus untuk masuk Perguruan Tinggi,akhirnya setahun dari kelulusannya Si “Kuncoro” , menganggur.

Masuk babak perjuangan yang tidak mudah karena saat itu kondisi saya yang sedang hamil, kondisi yang terbatas, harus mengemban Amanah dan punya tanggung jawab moral harus menuntaskan tugas yang dipercayakan oleh Bundanya Kuncoro.

Pertemuan berlangsung selama lebih kurang 5 bulan dengan TM 3 kali dalam sepekan.

Pertama sekali yang saya ajarkan sebagai motivasi adalah budaya AHA….!!! segita

AHA…AHA jujur….AHA…tanggung jawab…AHA disiplin dengan segala ekspresi

dan mimik yang saya ciptakan untuk memberikan semangat dan banyak lagi hal – hal secara spontanitas saya ciptakan biar si yang bersangkutan tidak merasa diintimidasi.Motivasi berjalan sesuai harapan saya dan sang Bunda, tapi belum bagi Kuncoro.

“Pertemuan berikutnya saya ajarkan konsep jari AHA,tanpa menyebutkan angka – angka, tetapi diaktualkan dengan Asmaul Husna,tangan kanan bewarna merah,untuk membaca Asmaul Husna ( menyebutkan secara berurutan dari Arrahman sampai Al jabbar),begitulah pula dengan tangan kuning alias tangan kiri….Alhamdulillah mengena bagi Kuncoro…sambil mengacungkan 2 jempol

tangan kearah Kuncoro dan saya berucap,’oke siiip ‘, itu pujian saya untuknya saat itu.

Namun untung tidak dapat diraih malang tidak dapat ditolak itu pribahasa yang pantas untuk pertemuan selanjutnya.Masuk kekonsep AHA ucapan Asmaul Husna diganti dengan angka di luar nalar saya, sampai tidak terucap modulasinya,apalagi disaat mengucapkan angka ‘7 dan 9 ‘,saat itu dalam hati saya berdoa,”Ya Robby ini tidak mudah bagi saya dan kuncoro,,,Allah tapi mampukan kami untuk melaluinya,,,!!!

Doa saya saat itu tidak meminta kemudahan sama sekali…tapi kemampuan,Alhamdulillah Allah jawab doa saya…kelar masalahnya.

Singkat kata akhirnya kelar satu modul (Pre) istilah yang saya berikan dengan perjuangan dan cerita yang mengharukan.

“Kuncoro Ku”, sudah bisa berhitung dan tidak PHOBIA lagi dengan Angka, itu ucapan sang Bunda dengan linangan air mata sambil memeluk putra terkasihnya.

Alhamdulillah, sekarang Kuncoro sudah kuliah di fakultas ilmu Hukum universitas Brawijaya Malang.

Maaf pembaca yang budiman,saya tidak punya dokumen berupa photo,tapi ini Cp Kuncoro 085 736 767 578 untuk mencari realita yang saya ceritakan.Saya hanya berupaya optimal untuk memberikan yang terbaik,Alhamdulillah hanya itu kata yang pantas saya ucapkan.

Terimakasih,wassalam